Saat Ramadan, Sunnah Mandi Junub Sebelum Subuh, Ini Penjelasannya

220

BincangSyariah.Com – Bulan Ramadan ini, sebagai bulan yang diwajibkan berpuasa di siang hari dengan dimulai dari terbitnya fajar Subur hingga datangnya Magrib, pemenuhan hasrat seksual dibatasi hanya untuk malamnya saja, sedang siangnya diharamkan.

Pemenuhan hasrat biologis ini bagi sepasang suami istri akan berakibat kedua pelaku menjadi tidak suci dari hadas besar atau jinabah. Namun hadas besar atau jinabah tidak melulu terjadi akibat pemenuhan hasrat biologis, melainkan juga bisa terjadi bagi seseorang yang masih bujang, baik melalui mimpi basah atau hal lainnya. Karena hadas besar pada hakikatnya bisa terjadi tidak hanya akibat hubungan biologis. Akan tetapi ia bisa terjadi bagi seseorang yang sudah masuk pada masa dewasa (‘aqil baligh).

Selanjutnya, terjadinya jinabah pada umumnya memang tidak terbatas hanya di waktu malam. Akan tetapi ia juga bisa terjadi di siang hari. Namun, sesuai dengan tema artikel ini, bagi seseorang yang mengalami hadas besar di malam hari, entah melalui hubungan seksual atau melalui sebab lainnya, maka sangat dianjurkan (sunnah) untuk mandi wajibsebelum subuh.

Penulis mengetengahkan persoalan ini berdasarkan penjelasan Syaikh Said bin Muhammad Ba Ali Ba Isyan dalam bukunya Syarh al-Muqaddimah al-Hadramiyah (Busyra al-Karim bisyarh Masail al-Ta’lim) (h. 565), sebagai berikut,

ويسن له الاغتسال إن كان عليه الاغتسال من جنابة أوغيرها قبل الصبح ليؤدي الصوم على طهارة، ومن ثم ندب المبادرة بالغسل نهارا وليلا، ولئلا يصل الماء جوفه من نحو أذنه ودبره، و من ثم ندب غسل هذه المواضع قبل الفجر إن لم يتهيأ له الغسل الكامل قبله، تخفيفا للحدث، وخروجه من خلاف أبي هريرة رضي الله عنه القائل بوجوبه، لخبر الصحيحين: من أصبح جنبا……فلا صوم له” لكنه منسوب أو مؤول.

Dalam teks di atas beliau mengatakan bahwa, mandi besar (al-ghusl) sebab terjadinya hadas besar atau jinabah di malam hari disunahkan dilakukan sebelum datangnya waktu Subuh  atau terbitnya fajar, agar pelaksanaan puasa betul-betul dilakukan dengan kondisi suci.

Di samping itu, yang namanya mandi besar tentunya harus meratakan air pada seluruh kujur tubuh tanpa terkecuali. Maka jika mandi besar dilakukan setelah tibanya waktu Subuh dikawatirkan ada air yang masuk ke dalam melalui telinga, jalur belakang dan anggota tembus lainnya, sehingga akan berakibat pada mengurangi keabsahan puasa.

Sekali lagi, tindakan semacam ini hanya berstatus sunnah. Bukan menjadi sebuah kewajiban. Maka dari itu, menurut beliau, jika pekerjaan ini tidak mungkin dilaksanakan sesuai dengan anjuran di atas, yaitu mandi besar secara sempurna sebelum Subuh, maka ia setidaknya disunahkan membasuh area-area yang terkatagorikan lubang tembus dengan niatan menghilangkan hadas besar. Lalu, kemudian bisa disempurnakan setelah hendak melangsungkan salat Subuh. Demi menjaga area-area lunbang tembus tidak dimasuki air yang berakibat pada batalnya puasa yang dilaksanakan.

Hal ini dilakukan menurut beliau tujuannya tiada lain selain demi meringankan beban hadas besar dan keluar dari khilaf (perbedaan pendapat) terkait wajib tidaknya melaksanakan mandi sebelum Subuh tiba.

Karena ada riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa mandi wajib bagi orang yang junub di malam hari, diwajibkan melaksanakannya sebelum tibanya waktu subuh. Abu Hurairah mendasarkan pendapatnya dengan sabda Nabi Muhammad saw,

مَنْ اَصْبَحَ جُنُبًا فَلَا صَوْمَ لَهُ

Barangsiapa berada dalam keadaan junub pada pagi hari, maka puasanya tidak sah.” (HR. Imam Ahmad)

Namun, menurut beliau – Syaikh Said bin Muhammad – hadis di atas sudah tidak berfungsi lagi. Karena sudah di-naskh atau sudah diinterpretasj ke makna yang lain.

Kesimpulannya, dapat diuraikan bahwa mandi besar merupakan sebuah keharusan bagi orang yang junub. Hanya saja untuk bulan Ramadan ia disunahkan dilaksanakan sebelum tibanya waktu Subuh agar tidak mempengaruhi nilai puasanya. Namun apabila terpaksa dilakukan setelah tibanya waktu Subuh tidak berarti puasanya akan batal. Asalkan di saat mandi harus betul-betul menjaga masuknya air pada area lubang di tubuh yang tembus air. Wallahu A’lam.

Sumber : https://bincangsyariah.com/ubudiyah/saat-ramadan-sunnah-mandi-junub-sebelum-subuh-ini-penjelasannya/

Comments are closed.