langkah-bisnis-dot-com-pohon-sengon-laut-atau-albasia

Teknik Budidaya Sengon atau Albasia menggunakan Pupuk Organik NASA (Natural Nusantara)

langkah bisnis dot com :  Teknik Budidaya Sengon atau Albasia menggunakan Pupuk Organik NASA (Natural Nusantara). Teknik ini cukup bagus untuk dipraktekkan bagi kalangan petani kayu sengon atau albasia. dari teknik ini kita dapatkan bagaimana cara menanam sampai memanen/menebang pohon albasia ini. semoga artikel ini bermanfaat. aminnn
Pendahuluan
Sengon dalam bahasa latin disebutAlbazia Falcataria, termasuk famili Mimosaceae, keluarga petai – petaian. Di Indonesia, sengon memiliki beberapa nama daerah seperti berikut :
Jawa :jeunjing, jeunjing laut (sunda), kalbi, sengon landi, sengon laut, atau sengon sabrang (jawa),Maluku : seja (Ambon), sikat (Banda), tawa (Ternate), dan gosui (Tidore)Bagian terpenting yang mempunyai nilai ekonomi pada tanaman sengon adalah kayunya. Pohonnya dapat mencapai tinggi sekitar 30–45 meter dengan diameter batang sekitar 70 – 80 cm. Bentuk batang sengon bulat dan tidak berbanir. Kulit luarnya berwarna putih atau kelabu, tidak beralur dan tidak mengelupas. Berat jenis kayu rata-rata 0,33 dan termasuk kelas awet IV – V.Kayu sengon digunakan untuk tiang bangunan rumah, papan peti kemas, peti kas, perabotan rumah tangga, pagar, tangkai dan kotak korek api, pulp, kertas dan lain-lainnya.Tajuk tanaman sengon berbentuk menyerupai payung dengan rimbun daun yang tidak terlalu lebat. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.

Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.

langkah bisnis dot com sengon lau albasiaDengan sifat-sifat kelebihan yang dimiliki sengon, maka banyak pohon sengonditanam ditepi kawasan yang mudah terkena erosi dan menjadi salah satu kebijakan pemerintah melalui DEPHUTBUN untuk menggalakan ‘Sengonisasi’ di sekitar daerah aliran sungai (DAS) di Jawa, Bali dan Sumatra.

Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina, dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.

Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil dan jika sudah tua biji akan berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin.

Habitat Sengon

Tanah
Tanaman Sengon dapat tumbuh baik pada tanah regosol, aluvial, dan latosol yang bertekstur lempung berpasir atau lempung berdebu dengan kemasaman tanah sekitar pH 6-7.

Iklim
Ketinggian tempat yang optimal untuk tanaman sengon antara 0 – 800 m dpl. Walapun demikian tanaman sengon ini masih dapat tumbuh sampai ketinggian 1500 m di atas permukaan laut. Sengon termasuk jenis tanaman tropis, sehingga untuk tumbuhnya memerlukan suhu sekitar 18 ° – 27 °C.

Curah Hujan
Curah hujan mempunyai beberapa fungsi untuk tanaman, diantaranya sebagai pelarut zat nutrisi, pembentuk gula dan pati, sarana transpor hara dalam tanaman, pertumbuhan sel dan pembentukan enzim, dan menjaga stabilitas suhu. Tanaman sengon membutuhkan batas curah hujan minimum yang sesuai, yaitu 15 hari hujan dalam 4 bulan terkering, namun juga tidak terlalu basah, dan memiliki curah hujan tahunan yang berkisar antara 2000 – 4000 mm.

Kelembaban

Kelembaban juga mempengaruhi setiap tanaman. Reaksi setiap tanaman terhadap kelembaban tergantung pada jenis tanaman itu sendiri. Tanaman sengon membutuhkan kelembaban sekitar 50%-75%.

Keragaman Penggunaan dan Manfaat Kayu sengon

Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.

Daun
Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dfan kambingmenyukai daun sengon tersebut.

Perakaran
Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.

Kayu
B

 

agian yang memberikan manfaat yang paling besar dari pohon sengon adalah batang kayunya. Dengan harga yang cukup menggiurkan saat ini sengon banyak diusahakan untuk berbagai keperluan dalam bentuk kayu olahan berupa papan papan dengan ukuran tertentu sebagai bahan baku pembuat peti, papan penyekat, pengecoran semen dalam kontruksi, industri korek api, pensil, papan partikel, bahan baku industri pulp kertas dll.

Pembibitan Sengon
a) Benih
Pada umumnya tanaman sengon diperbanyak dengan bijinya. Biji sengon yang dijadikan benih harus terjamin mutunya. Benih yang baik adalah benih yang berasal dari induk tanaman sengon yang memiliki sifat-sifat genetik yang baik, bentuk fisiknya tegak lurus dan tegar, tidak menjadi inang dari hama ataupun penyakit. Ciri-ciri penampakan benih sengon yang baik sebagai berikut :

  1. Kulit bersih berwarna coklat tua
  2. Ukuran benih maksimum
  3. Tenggelam dalam air ketika benih direndam, dan
  4. Bentuk benih masih utuh.

Sel

ain penampakan visual tersebut, juga perlu diperhatikan daya tumbuh dan daya hidupnya, dengan memeriksa kondisi lembaga dan cadangan makanannya dengan mengupas benih tersebut. Jika lembaganya masih utuh dan cukup besar, maka daya tumbuhnya tinggi.

b) Kebutuhan Benih
Jumlah benih sengon yang dibutuhkan untuk luas lahan yang hendak ditanami dapat dihitung dengan menggunakan rumus perhitungan sederhana berikut :

Keterangan :

    1. Luas kebun penanaman sengon 1 hektar (panjang= 100 m dan lebar= 100 m)
    2. Jarak tanam 3 x 2 meter
    3. Satu lubang satu benih sengon
    4. Satu kilogram benih berisi 40.000 butirlangkah bisnis bibit sengon albasia

 

  1. Daya tumbuh 60 %
  2. Tingkat kematian selama di persemaian 15 %

Dengan demikian jumlah benih = 100 / 3 x 100/2 x 1 = 1.667 butir. Namun dengan memperhitungkan daya tumbuh dan tingkat kematiannnya, maka secara matematis dibutuhkan 3.705 butir. Sedangkan operasionalnya, untuk kebun seluas satu hektar dengan jarak tanam 3 x 2 meter dibutuhkan benih sengon kira-kira 92,62 gram, atau dibulatkan menjadi 100 gram.

c) Perlakuan benih
Sehubungan dengan biji sengon memiliki kulit yang liat dan tebal serta segera berkecambah apabila dalam keadaan lembab, maka sebelum benih disemaikan , sebaiknya dilakukan treatment guna membangun perkecambahan benih tersebut, yaitu : Benih direndam dalam air panas mendidih (80 C) selama 15 – 30 menit. Setelah itu, benih direndam kembali dalam air dingin sekitar 24 jam, lalu ditiriskan. untuk selanjutnya benih siap untuk disemaikan.

d) Pemilihan Lokasi Persemaian
Keberhasilan persemaian benih sengon ditentukan oleh ketepatan dalam pemilihan tempat. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa persyaratan memilih tempat persemaian sebagai berikut :

  1. Lokasi persemaian dipilih tempat yang datar atau dengan derajat kemiringan maksimum 5%
  2. Diupayakan memilih lokasi yang memiliki sumber air yang mudah diperoleh sepanjang musim ( dekat dengan mata air, dekat sungai atau dekat persawahan).
  3. Kondisi tanahnya gembur dan subur, tidak berbatu/kerikil, tidak mengandunh tanah liat.
  4. Berdekatan dengan kebun penanaman dan jalan angkutan, guna menghindari kerusakan bibit pada waktu pengangkutan.

Untuk memenuhi kebutuhan bibit dalam jumlah besar perlu dibangun persemaian yang didukung dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, antara lain bangunan persemaian, sarana dan prasarana pendukung, sarana produksi tanaman dll. Selain itu ditunjang dengan ilmu pengetahuan yang cukup diandalkan.

Langkah-Langkah Penyemaian Benih Sengon
Terlepas dari kegiatan pembangunan dan penyediaan sarana dan prasarana pendukung maka langkah-langkah penyemaian benih dapat dibagi benjadi tahap – tahap kegiatan sebagai berikut:

a) Penaburan
Kegiatan penaburan dilakukan dengan maksud untuk memperoleh prosentase kecambah yang maksimal dan menghasilkan kecambah yang sehat. Kualitas kecambah ini akan mendukung terhadap pertumbuhan bibit tanaman, kecambah yang baik akan menghasilkan bibit yang baik pula dan hal ini akan dapat membentuk tegakan yang berkualitas.

Bahan dan alat yang perlu diperhatikan dalam kegiatan penaburan adalah sebagai berikut :

* Benih
* Bedeng tabur/bedeng kecambah
* Media Tabur, campuran pasir dengan tanah 1 : 1
* Peralatan penyiraman
* Tersedianya air yang cukupdan sebagainya.

Teknik pelaksanaan, bedeng tabur dibuat dari bahan kayu/bambu dengan atap rumbia dengan ukuran bak tabur 5 x 1 m ukuran tinggi naungan depan 75 cm belakang 50 cm.. kemudian bedeng tabur disi dengan media tabur setebal 10 cm , usahakan agar media tabur ini bebas dari kotoran/sampah untuk menghindari timbulnya penyakit pada kecambah.

Penaburan benih pada media tabur dilakukan setelah benih mendapat perlakuan guna mempercepat proses berkecambah dan memperoleh prosen kecambah yang maksimal. Penaburaan dilakukan pada waktu pagi hari atau sore hari untuk menghindari terjadinya penguapan yang berlebihan.

Penaburan ini ditempatkan pada larikan yang sudah dibuat sebelumnya, ukuran larikan tabur ini berjara 5 cm antar larikan dengan kedalaman kira – kira 2,0 cm. Usahakan benih tidak saling tumpang tindih agar pertumbuhan kecambah tidak bertumpuk. Setelah kecambah berumur 7 – 10 hari maka kecambah siap untuk dilakukan penyapihan.

Penyapihan Bibit

Langkah-langkah kegiatan penyapihan bibit antara lain adalah :

* Siapkan kantong plastik ukuran 10 x 20 cm, dan dilubangi kecil-kecil sekitar 2 – 4 lubang pada bagian sisi-sisinya.
* Masukkan media tanam yang berupa campuran tanah subur, pasir dan pupuk kandang (1:1:1). Jika tanah cukup gembur, jumlah pasir dikurangi.
* Setelah media tanam tercampur merata, kemudian dimasukkan ke dalam kantong plasitk setinggi ¾ bagian, barulah kecambah sengon ditanam, setiap kantong diberi satu batang kecambah.
* Kantong plastik yang telah berisi anakan, diletakkan dibawah para-para yang diberi atap jerami atau daun kelapa, agar tidak langsung tersengat terik matahari.
* Pada masa pertumbuhan anakan semai sampai pada saat kondisi bibit layak untuk ditanam di lapangan perlu dilakukan pemeliharaan secara intensif.

c) Pemeliharaan
Pemeliharaan yang dilakukan terhadap bibit dipersemaian adalah sebagai berikut :

Penyiraman
Penyiraman yang optimum akan memberikan pertumbuhan yang optimum pada semai / bibit. Penyiraman dilakukan pada pagi dan sore hari maupun siang hari dengan menggunakan nozle. Selanjutnya pada kondisi tertentu, penyiraman dapat dilakukan lebih banyak dari keadaan normal, yaitu pada saat bibit baru dipindah dari naungan ke areal terbuka dan hari yang panas.

Pemupukan
Pemupukan dilakukan dengan menggunakan larutan “gir”. Adapun pembuatan larutan “gir” adalah sebagai berikut :

* Siapkan drum bekas dan separuh volumenya diisi pupuk kandang.
* Tambahkan air sampai volumenya ¾ bagian.
* Tambahkan 15 kg TSP, lalu diaduk rata.
* Tambahkan 500 gr pupuk SUPERNASA.
* Biarkan selama seminggu dan setelah itu digunakan untuk pemupukan.

Dosis pemupukan sebanyak 2 sendok makan per 2 minggu, pada umur 6 bulan, ketika tingginya 70 – 125 cm, bibit siap dipindahkan ke kebun.

Penyulaman
Penyulaman dilakukan apabila bibit ada yang mati dan perlu dilakukan dengan segera agar bibit sulaman tidak tertinggal jauh dengan bibit lainnya.

Penyiangan
Penyiangan terhadap gulma, dilakukan dengan mencabut satu per satu dan bila perlu dibantu dengan alat pencungkil, namun dilakukan hati –hati agar jangan sampai akar bibit terganggu.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Beberapa hama yang biasa menyerang bibit adalah semut, tikus rayap, dan cacing, sedangkan yang tergolong penyakit ialah kerusakan bibit yang disebabkan oleh cendawan.

Untuk mengatasi serangan cendawan atau jamur pada tanaman bibit sengon bisa diantisipasi pada saat awal pembenihan. Caranya dengan menggunakan GLIO. GLIO merupakan produk pengendali hama & penyakit tanaman dari PT. Natural Nusantara.

Natural GLIO mampu menghancurkan inokulum sumber infeksi penyakit tanaman, mencegah sumber infeksi penyakit menyebar kembali dengan kolonisasi tanah oleh Natural GLIO, mampu melindungi perkecambahan biji dan akar-akar tanaman dari sumber infeksi penyakit, aman terhadap lingkungan, manusia dan hewan, selaras dengan keseimbangan alam, mudah dan murah.

Natural GLIO bersifat Hiperparasit terhadap pathogen penyakit tanaman, sehingga terjadi persaingan tempat hidup dan nutrisi. Natural GLIO mengeluarkan zat antibiotik yaitu Gliovirin dan Viridin yang akan mematikan pathogen penyebab penyakit tanaman dan Natural GLIO ini akan berkembang terus mengkolonisasi melindungi tanaman dari gangguan pathogen.

Petunjuk Aplikasi :

* 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang/kompos 25-50 kg, diamkan kurang lebih 1 minggu dalam kondisi lembab, baru kemudian digunakan sebagai pupuk dasar.
* Untuk tanaman yang sudah terinfeksi penyakit, jika terjadi gejala serangan pathogen, maka 1 bungkus GLIO dicampur pupuk kandang matang atau kompos 2-3 kg lalu diamkan kurang lebih 1 minggu baru digunakan. Dosis 2-3 sendok makan pada tanaman terserang.

Seleksi bibit
Kegiatan seleksi bibit merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum bibit dimutasikan kelapangan, maksudnya yaitu mengelompokan bibit yang baik dari bibit yang kurang baik pertumbuhannya. Bibit yang baik merupakan prioritas pertama yang bisa dimutasikan kelapangan untuk ditanam sedangkan bibit yang kurang baik pertumbuhannya dilakukan pemeliharaan yang lebih intensip guna memacu pertumbuhan bibit sehingga diharapkan pada saat waktu tanam tiba kondisi bibit mempunyai kualitas yang merata.

Penyiapan Lahan
Penyiapan lahan pada prinsipnya membebaskan lahan dari tumbuhan pengganggu atau komponen lain dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dibudidayakan. Cara pelaksanaan penyipan lahan digolongkan menjadi 3 cara, yaitu cara mekanik, semi mekanik dan manual. Jenis kegiatannya terbagi menjadi dua tahap ;

Pembersihan lahan, yaitu berupa kegiatan penebasan terhadap semak belukar dan padang rumput. Selanjutnya ditumpuk pada tempat tertentu agar tidak mengganggu ruang tumbuh tanaman.

Pengolahan tanah, dimaksudkan untuk memperbaiki struktur tanah dengan cara mencanggkul atau membajak (sesuai dengan kebutuhan).

Penanaman
Jenis kegiatan yang dilakukan berupa :

* Pembuatan dan pemasangan ajir tanam : Ajir dapat dibuat dari bahan bambu atau kayu dengan ukuran, panjang 0,5 – 1 m, lebar 1 – 1,5 cm. Pemasangangan ajir dimaksudkan untuk memberikan tanda dimana bibit harus ditanam, dengan demikian pemasangan ajir tersebut harus sesuai dengan jarak tanam yang digunakan.
* Pembuatan lobang tanam. Lobang tanam dibuat dengan ukuran 30 x 30 x 30 cm tepat pada ajir yang sudah terpasang.
* Pengangkutan bibit, ada dua macam pengangkutan bibit yaitu pengankuatan bibit dari lokasi persemaian ketempat penampungan bibit sementara di lapangan (lokasi penanaman), dan pengangkutan bibit dari tempat penampungan sementara ke tempat penanaman.
* Penanaman bibit, pelaksanaan kegiatan penanaman harus dilakukan secara hati – hati agar bibit tidak rusak dan penempatan bibit pada lobang tanam harus tepat ditengah-tengah serta akar bibit tidak terlipat, hal ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit selanjutnya.

Pemeliharaan

Kegiatan pemeliharaan yang dilakukan berupa kegiatan :

* Penyulaman, yaitu penggantian tanaman yang mati atau sakit dengan tanaman yang baik, penyulaman pertama dilakukan sekitar 2-4 minggu setelah tanam, penyulaman kedua dilakukan pada waktu pemeliharaan tahun pertama (sebelum tanaman berumur 1 tahun). Agar pertumbuhan bibit sulaman tidak tertinggal dengan tanaman lain, maka dipilih bibit yang baik disertai pemeliharaan yang intensif.
* Penyiangan. Pada dasarnya kegiatan penyiangan dilakukan untuk membebaskan tanaman pokok dari tanaman penggagu dengancara membersihkan gulma yang tumbuh liar di sekeliling tanaman, agar kemampuan kerja akar dalam menyerap unsur hara dapat berjalan secara optimal. Disamping itu tindakan penyiangan juga dimaksudkan untuk mencegah datangnya hama dan penyakit yang biasanya menjadikan rumput atau gulma lain sebagai tempat persembunyiannya, sekaligus untuk memutus daur hidupnya. Penyiangan dilakukan pada tahun-tahun permulaan sejak penanaman agar pertumbuhan tanaman sengon tidak kerdil atau terhambat, selanjutnya pada awal maupun akhir musim penghujan, karena pada waktu itu banyak gulma yang tumbuh.
* Pendangiran. Pendangiran yaitu usaha mengemburkan tanah disekitar tanaman dengan maksud untuk memperbaiki struktur tanah yang berguna bagi pertumbuhan tanman.
* Pemangkasan. Melakukan pemotongan cabang pohon yang tidak berguna (tergantung dari tujuan penanaman).
* Penjarangan. Penjarangan dillakukan untuk memberikan ruang tumbuh yang lebih leluasa bagi tanaman sengon yang tinggal. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 2 dan 4 tahun, Penjarangan pertama dilakukan sebesar 25 %, maka banyaknya pohon yang ditebang 332 pohon per hektar, sehingga tanaman yang tersisa sebanyak 1000 batang setiap hektarnya dan penjarangan kedua sebesar 40 % dari pohon yang ada ( 400 pohon/ha ) dan sisanya 600 pohon dalam setiap hektarnya merupakan tegakan sisa yang akan ditebang pada akhir daur. Cara penjarangan dilakukan dengan menebang pohon-pohon sengon menurut sistem “untu walang” (gigi belakang) yaitu : dengan menebang selang satu pohon pada tiap barisan dan lajur penanaman.

Sesuai dengan daur tebang tanaman sengon yang direncanakan yaitu selama 5 tahun maka pemeliharaan pun dilakukan selama lima tahun. Jenis kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tanaman. Pemeliharaan tahun I sampai dengan tahun ke III kegiatan pemeliharaan yang dilaksanakan dapat berupa kegiatan penyulaman, penyiangan, pendangiran, pemupukan dan pemangkasan cabang. Pemeliharaan lanjutan berupa kegiatan penjarangan dengan maksud untuk memberikan ruang tumbuh kepada tanaman yang akan dipertahankan, presentasi dan prekuensi penjarangan disesuaikan dengan aturan standar teknis kehutanan yang ada.

37 thoughts on “Teknik Budidaya Sengon atau Albasia menggunakan Pupuk Organik NASA (Natural Nusantara)”

  1. mf mo tanya, untuk lubang yang mau ditanami bibit albasia sebaiknya diberi pupuk apa? apa tdk lbh baik pake pupuk kandang, kl iya ukurannya bpp. tk

    1. iya pak aris, diberi pupuk kandang dahulu dan dikasih Natural Glio (yang mana fungsi natural GLIO untuk membunuh bakteri jamur-jamur yang akan memakan/merugikan akar. Natural Glio itupun juga jamur tetapi membantu untuk membersihkan bakteri yang merugikan dibagian akar) , untuk ukuranya tergantung polibag bibit yang dipakai pak, bisa 20cmx20cm dengan kedalaman bisa 20cm juga atau lebih dalam juga gak apa apa, kalau terlalu dangkal malah jadi masalah nanti pak, batangnya mudah terterpa angin jadi cepat roboh, untuk itu lebih dalam malah lebih baik pak Aris 😀

  2. pak agus saya mo tanya, pada bab pembibitn dsiju dterangkan utk pencmpuran media tanam kecambah tanah.pasir, & pupuk kandang dg perbndingan 1:1:1 , pasir ygdgunakn jenis pasir apa ya.,,,,?

    1. pasir kerikil yg sudah diayak atau dihaluskan pak 🙂
      agar peresapan air bisa meresap ke bawah dan ada rongga rongga udara untuk proses keluarnya kecambah/akar baru yang masih muda (agar leluasa untuk berkembang)

  3. knpa alba saya sudah bertahun tahun tapi tidak besar besar? apa yg perlu sy lakukan agar pohon sy jd besar?

    1. Ada beberapa faktor yang mempegaruhi pak :
      1. Bibit yang didapat memang jenisnya tidak bisa besar (kualitas bibit yang kurang memadai)
      2. Kondisi Cuaca dan ketinggian tempat penanaman (terlalu panas atau terlalu dingin)
      3. Kondisi tanah yang kurang pupuk/kesuburan tanah yang kurang
      ke 3 Faktor itu mungkin salah satu sebagai penyebab kondisi tanaman bu Susi lama besarnya.

  4. Pak . saya minta alamat agen product nasa di kabupaten kendal jateng. Atau di kabupaten temanggung. Terimakasih

  5. Pak mau tanya ,,
    Saya bibit udah dpat 2 bulanan
    Di sa’at.musim huujan udah turun daun sengon saya rontok

    Gimana cara/solusi ya biar daun sengon saya tidak rontok lagi,,,

    Maksih,,

  6. Pak Agus, saya mau tanya. Pohon sengon saya sudah berumur 2 tahun.Sekarang di bagian pangkal pohonnya ditempati sarng semut merah. Hampir semua pohon ada semutnya. Saya kwatir tanahnnya terlalu gembur karena di buat sarang semut sehingga pohonnya mudah roboh. Mohon sarannya, bagaimana cara mengatasi semut tersebut? Apa ada pestisida yang bisa digunakan?
    Terima kasih

    1. Minyak esensial sitrus
      Minyak yang terbuat dari jeruk atau lemon merupakan racun alami untuk mengusir semut yang tidak akan mengganggu ekosistem. Cukup campur 3/4 cangkir minyak esensial sitrus, 1 sendok makan molases (sari tetes tebu), 1 sendok makan sabun cuci piring, dan satu galon air. Semprotkan campuran di sekitar tempat bersarang semut, seperti pot tanaman yang ada di luar maupun di dalam rumah. Jika tidak punya minyak esensial sitrus, Anda bisa membuatnya sendiri dengan merebus lima atau enam buah jeruk dalam air mendidih selama 15 menit atau sampai jeruk menjadi lunak. Masukkan jeruk dan juga air rebusan ke dalam blender, haluskan. Ambil saripatinya.

      Sabun
      Alih-alih membeli sabun khusus untuk membasmi serangga, mengapa tidak membuatnya sendiri dengan menggunakan sabun cuci piring biasa? Masukkan satu sendok teh sabun cuci piring ke dalam air hangat, aduk rata. Semprotkan air sabun tepat ke tanaman atau kebun yang diduga menjadi sarang semut. Karena semut tidak menyukai aroma peppermint, Anda bisa memilih sabun cuci piring dengan kandungan yang tidak disukai semut ini.

      Boraks
      Buat pestisida dengan bahan utama boraks yang ditakuti semut. Tambahkan 1/2 sendok teh boraks ke dalam 1/2 sendok teh campuran madu dan gula pengganti. Masukkan campuran ke dalam tabung terbuka dan letakkan di area yang sedang diserang semut. Ini akan menjadi pemancing bagi semut untuk datang, masuk, dan terjebak atau pergi membawa racun boraks kepada koloninya. (dari berbagai sumber)

      semoga bisa membantu pak 🙂

    1. biasa penyebabnya beberapa macam pak saepul
      1. faktor tanah kekurangan air (apalagi musim kemarau begini) (jika tanah gembur dan lembab/basah, berarti faktor ini guguru)
      2. jenis tanah hitam (kondisi kemarau membuat tanah seperti ini pecah-pecah istilah orang jawa / madiun “tanahnya nelo” , ini membuat akar dari sengon bisa putus pak, jadi gak cocok tanah seperti ini dipakai tanaman sengon, biar cocok harus di siram yang rutin agar tanahnya tetap padat dan kuat
      3. penyakit pak , ada beberapa penyakit yang biasa menghinggap di batang sengon, biasanya membuat sengon seperti bengkak-bengkak dibagian batang
      4. hewan serangga (hewan serangga ini biasanya warnanya ada yang putih plus ada semutnya, hewan/serangga ini membuat daun menjadi melingking/mengecil tidak mau berkembang)

      faktor faktor diatas bisa ditangani dengan :
      1. pengairan teratur (biasanya tanaman jika mendapatkan pengairan teratur pertumbuhan daun dan batangnya akan bisa cepat sering keluar tunas pucuk baru pak
      2. pemupukan (usahakan menggunakan pupuk organik dulu pak, (kompos kotoran kambing/sapi yang sudah masak/matang tandanya kalau di pegang komposnya sudah dingin)
      3. untuk hama gunakan pestisida pak, ditoko pertanian banyak (bisa tanya ke pemilik toko pak)

      jika masih ada kendala , bapak bisa hubungi saya di
      SMS/call : 0813 3652 3652
      Whats app : 0857 8433 8433

      Semoga bisa membantu 🙂
      aGUSPRIyadi

  7. Sengon Solomon Jaguar / F1,
    Pertumbuhan sangat cepat, dua kali lebih dari dengon laut atau sengon lokal.
    Apalagi dengan perawatan dan pupuk yang maximal dan rutin.

    Kami menjual bibit Sengon Solomon Jaguar / F1, atau,-
    Kunjungi kami di penelusuran google tentang : Sengon Solomon Jaguar / F1.

  8. Selamat siang pak,
    Sy mau tanya gimana solusi membasmi penyakit yg menyerupai tepung ketika bibit sengonnya sudah berdaun?karna saat kena penyakit ini daunnya menjadi rontok serta pertumbuhannya menjadi lambat.
    Terima kasih.

  9. Sore Pk AGus,

    Mohon infonya,
    Sy tertarik untuk budidaya sengon solomon. Sy mempunyai lahan seluas 1800 m2. Kira2 berapa banyak bibit yg harus di tanam. Mohn di kalkulasiin perhitungannya dari berapa biaya yang harus di keluarkan untuk modal utama penanaman sengon solomon untuk lahan seluas 1800 m2.

    Terimakasih atas bantuan,
    Achmad Setiawan

  10. Aslmkm pak….
    Ijin bertanya,jika sengon dah seukuran paha orang dewasa…
    1. Apakah masih perlu dilakukan penyiangan dan pendangiran?sebatas apa?
    2. Baiknya pd usia seukuran itu pupuk yg digunakan apa sarannya?waktu pemberian pupuk terbaiknya saat kpn beserta takarannya?

    Makasih

  11. Siang pak… suami saya kan baru memulai budidaya pembibitan sengon dan dari musim kemarau kemarin tiba2 hujan gak berhenti sehingga daun2nya rontok… mohon solusinya pak, gimana cara mengatasinya agar daunnya gak semakin habis. .
    terimakasih

    Tinna

  12. Pak mau tanya Saya bibit udah dpat 3 bulanan
    Di sa’at.musim huujan udah turun daunnya menguning trus daun sengon saya rontok

    Gimana cara/solusi ya biar daun sengon saya tidak rontok lagi,,

    1. rontok daun biasanya kurang Nitrogen dan kalium pak, silahkan beli pupuk yang mengandung unsur makro NPK dengan dosis Nitrogen dan Phospat Tinggi pak, atau beli aja pupuk NPK Biru 16:16:16 pak 🙂

  13. saya punya batng sengon yang sudah berumur 3 tahun lebih pak, kata orang akar sengon sangat mengganggu tanaman palawija karena akarnya sangat rakus . sehingga saya berfikir mau mengganti dengan jeruk siam yang cukup menjanjikan . apakah benar pak sengon merupakan pohon yang merugikan ?
    Terima kasih atas infonya

    1. kalau merugikan ya tidak pak, memang sih akarnya kemana mana sama kayak akar pepaya (tapi akar pepaya lebih parah) kalau sengon dipakai untuk ditanam sebagai peneduh memang seperti itu pak, akarnya kemana mana, mending jeruk atau tanaman lainnya pak 🙂

  14. saya masih bingung mengatsi hama yg seperti ulat atau orang jawa bilang “kerap” yg menyebabkan pohon mati. apakah itu karat puru? biasanya masuk ke batang dan tidak terlihat dari luar. mksh

    1. pupuk kandang aslinya bagus pak, dikasih mutiara biru (NPK 16:16:16) hasilnya juga tambah bagus 🙂 jika ingin pembesaran dan pertumbuhan intinya gunakan pupuk makro dengan kandungan N dan P yg besar pak (Nitrogen dan Phospat/phosphor)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *