Terlibat di Ajang Inacraft, 38 UMKM Bisa Tembus Pasar Internasional

144

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut ikut mendukung perhelatan pameran kerajinan bertaraf internasional di Indonesia, International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2017. 

Acara yang digelar selama lima hari ke depan menampilkan sejumlah hasil kerajinan tangan yang berasal dari UMKM seluruh Indonesia.

Dalam helatan kali ini, BNI menghadirkan 38 mitra binaan dari Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Beberapa bidang usaha yang dipamerkan di antaranya tenun, batik, kerajinan kulit, asesoris, spa dan aroma terapi, serta handicraft lainnya.

Corporate Secretary BNI, Kiryanto berharap, dengan ikutnya para mitra binaan BNI dalam ajang bertaraf internasional ini, produk-produk hasil kerajinan yang dipamerkan mendapat perhatian lebih luas dari pengunjung yang datang.

Menurutnya, dengan menjadi salah satu peserta Inacraft 2017, para pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk menembus pasar internasional, karena pameran ini juga dikunjungi oleh peserta dari banyak negara. Hal ini diyakini bisa memperluas pangsa pasar UMKM tersebut.

“Harapannya para pelaku UMKM yang ikut pameran di Inacraft mampu tumbuh berkembang secara mandiri dan bisa memperluas pangsa pasar dari pelaku UMKM. Sehingga, mampu menopang perekonomian nasional di tengah perlambatan ekonomi global,” katanya kepada detikFinance saat dihubungi di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

BNI sendiri memberikan dukungan kepada UMKM melalui pendampingan yang dilakukan lewat program Rumah Kreatif BUMN dan dukungan pembiayaan lewat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Seperti diketahui, sektor dagang selama ini menjadi porsi terbesar BNI dalam penyaluran KUR. 

“Yang saya ingat sekitar 60% pembiayaan KUR BNI itu masuk ke sektor perdagangan, include di situ masuk ekonomi kreatif. Tapi kalau dipersentasekan, ada sekitar 20-25% KUR ke sektor ekonomi kreatif. Misal pembuatan film, desain, handycraft dan kuliner,” tutur dia.

Kiryanto menjelaskan, secara umum perkembangan mitra BNI tumbuh dengan bagus. Hal tersebut bisa dilihat dari indikator meningkatnya omzet dari tahun ke tahun. Selain itu, sebagian UMKM yang dibina BNI juga telah melakukan ekspor ke luar negeri, dan sudah mampu membuka cabang. Beberapa negara yang telah mampu ditembus di antaranya Hong Kong, Jepang, Singapura, AS, Malaysia, dan Timur Tengah. Produk yang diekspor pun bervariasi, mulai dari garmen, alas kaki hingga mebel atau furniture.

“Dan yang paling penting, mereka sebagian meminta tambahan fasilitas KUR. Ini artinya permintaan mereka naik, sehingga mereka perlu tambahan modal kerja atau investasi,” ujarnya.

“Jadi intinya kita ingin terus mendorong peningkatan volume ke industri kreatif. Karena prospek ekonomi kreatif ke depan sangat baik, apalagi didukung digitalisasi ekonomi melalui kanal-kanalĀ e-Commerce. Ini pasarnya luar biasa, terutama kelas menengah,” pungkasnya.

Sumber : https://finance.detik.com/moneter/d-3484677/terlibat-di-ajang-inacraft-38-umkm-bisa-tembus-pasar-internasional

Comments are closed.