la5cdBVcJFaCKClaZd870wvmwrwziXBkFqlQB4ZQ
Bookmark

7 Strategi Penetapan Harga Barang Yang Harus Di Pahami Pemula Dalam Dunia Bisnis

7 Strategi Penetapan Harga Barang Yang Harus Di Pahami Pemula Dalam Dunia Bisnis
Pada dasarnya, harga berbanding lurus dengan kualitas barang, mindset seperti inilah yang dari dulu tertanam secara turun menurun, namun apakah benar hal seperti itu tetap berlaku dalam perang strategi penetapan harga?

Dalam penetapan harga yang menjadi pertimbangan tentunya bukan hanya kualitas saja, akan tetapi banyak juga faktor lain yang menjadi pertimbangan, misalnya saja, ke premiuman sebuah barang, brand barang dan juga kelangkaan baran juga menjadi faktor utama sebagai pertimbangan.
Sebagai contoh misal brand A (sudah terkenal dan terbiasa menjual barang mahal dan branded), kemudian brand B (Brandmu sendiri dan masih baru). Bran B meniru brand A dan menggunakan bahan yang lebih bagus dan secara kualitas tentu bagus brand B, dan bran B menjual dengan harga yang lebih mahal. Kira-kira lebih laku mana? Tentunya akan lebih fanatik dan memilih A yang sudah terkenal.

Dalam strategi penetapan harga barang, rumus harga berbanding lurus dengan kualitas terkadang tidak diperlukan, karena bisa membuat penjualan kurang maksimal, namun terkadang juga bisa cocok di terapkan.

Strategi menentukan harga barang di persaingan yang sehat

Untuk menentukan harga final bagi sebuah barang memerlukan pengamatan dan juga pertimbangan yang matang, sehingga nantinya harga final barang bisa menjadi patokan bukan malah jadi harga yang bisa menurunkan harga pasaran suatu barang.

Sebagai seorang penjual tentunya di tuntut untuk pandai membaca situasi dan kondisi, agar bisa meningkatkan omset penjualan produk.
Lalu apa saja strategi penetapan harga yang bisa menjadi pertimbangan dalam penentuan harga pasar suatu barang?

1. Perhitungkan biaya yang di keluarkan (modal)

Kesalahan dalam perhitungan bisa berakibat sangat fatal dalam sebuah bisnis, apa lagi bagi bisnis yang baru dirintis, akibat paling fatal yang bisa terjadi adalah terjadi kebangkrutan.

Sebelum bisa menentukan harga final sebuah barang, poin penting yang harus di selesaikan terlebih dahulu adalah perhitungan modal, mulai dari perhitungan skala besar, sampai kemudian di persempik ke skala terkecil.

2. Memperhitungkan investasi yang sehat

Bagi owner bisnis, harga produk yang stabil merupakan bentuk lain dari investasi, dengan terciptanya kestabilan harga maka bisnis akan tetap aman, sehingga pertimbangan utama dalam menentukan harga pasar adalah untuk bisa menciptakan harga yang stabil.
Tidak bisa di pungkiri lagi, dengan adanya dunia digital yang makin hari makin berkembang seperti ini, tentunya kompetitor juga makin banyak, dan banyak pula yang menerapkan strategi yang kurang sehat dengan cara merusak harga pasaran.

Imbas dari rusaknya harga pasaran seperti halnya virus yang mudah menular, biasanya yang tidak laku, karena harga di anggap mahal oleh konsumen akan ikut juga merusak harga pasaran dan di ikuti lagi oleh owner bisnis lain, sehingga tercipta ekosistem harga yang tidak sehat.

3. Memperhitungkan antara harga dan kualitas barang

Seperti yang telah di singgun di pembahasan sebelumnya mengenai harga barang berbanding lurus dengan kualitas, kalau menurut orang jawa "ONO REGO ONO RUPO" yang berarti ada harga ada rupa, jika harga mahal berarti bagus dan berkualitas dan sebaliknya.
Bisa dibilang sekarang harga sudah bukan penentu kualitas harga. Sebagai contoh saja ponsel merk XIAOMI (ponsel cina) yang dulunya di indonesia sendiri ponsel cina sangat di hindari untuk di beli, namun seiring berjalannya waktu, kualitasnya tetap bagus dan tidak kalah dengan merk lainnya, namun tetap dengan harga yang murah, bahkan banyak yang memberi julukan (HP MURAH SPEK DEWA).

Dari contoh tentunya bisa disimpulkan bahwa tidak selalu harga murah jelek dan mahal pasti bagus, akan tetapi mindset seperti ini sudah terlalu melekat dimasyarakat, sehingga sangat perlu di jadikan acuan dalam menentukan harga pasaran suatu produk.

4. Perhitungkan jumlah permintaan barang

Dalam hukum ekonomi tentunya sudah sangat jelas, bahwa hukum permintaan barang sangat mempengaruhi harga barang, saat permintaan barang mulai tinggi, artinya banyak konsumen menginginkan barang tersebut, saat moment ini biasanya harga barang akan naik, karena stok barang sedikit, atau tidak sebanding dengan permintaan barang.

Hal sebaliknya pun biasanya berlaku, saat permintaan barang sedikit dan stok barang makin menumpuk, maka harga barang akan di turunkan untuk menarik pembeli.

5. Pemberian diskon harga tanpa merusak harga pasar

Bagaimana caranya bisa memberikan diskon yang menarik bagi pembeli, akan tetapi tanpa merusak harga pasaran barang?, tentunya ada beberapa cara yang bisa dilakukan, mulai dari mark up harga barang bisa dilakukan sejak awal atau harga baru, setelah di mark up baru di beri diskon, bisa juga dengan menerapkan bundling atau pembelian paket (beberapa item dalam 1 pembelian) baru bisa diskon.
Strategi bundling ini sangat ampuh di terapkan karena barang yang terjual bisd lebih banyak, selain itu pembeli juga lebih senang karena menganggap lebih hemat jika membeli paket bundling seperti ini.

6. Pemberian Free Ongkir Untuk memanipulasi harga

Pemberian free ongkir tentunya perlu di imbangi dengan pembelian barang yang sesuai, jadi ada minimal order untuk bisa mendapatkan free ongkir dan berlakukan juga untuk daerah tertentu, karena bisa jadi lebih mahal ongkir di bandingkan barang.

Selain menetapkan minimal order bisa juga dengan menggunakan strategi bundling dan juga mark up harga.

7. Pemberian vocer belanja

Dalam setiap bisnis mau bisnis jual beli produk ataupun pelayanan, tentunya tidak bisa asal dalam menetapkan berbagai promo yang bisa menarik pelanggan, akan tetapi promo juga merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah marketing, sehingga harus ada.

Jenis promo tentunya banyak sekali, mulai dari potongan harga / diskon, promo free ongkir, sampai promo vocer belanja. Bagi calon pembeli tentunya selain update produk terbaru, yang paling di tunggu adalah promo toko yang berlangsung.

Untuk bisa membuat promo tentunya pelaku bisnis benar-benar harus teliti dalam perhitungannya, agar jangan sampai yang tadinya mau untung malah jadi buntung, karena memberikan promo secara membabibuta tanpa ada perhitungan.

Pemberian promo seperti vocer seperti ini tentunya bisa di imbangi dengan berbagai hal, misalnya saja vocer hanya berlaku untuk barang tertentu, sehingga bisa di pilih stok produk lama untuk mengurangi stok menumpuk di gudang.
Posting Komentar

Posting Komentar

Tulis komentar sesuai dengan topik pembahasan yang ada di dalam artikel